Seekor Tikus

Minggu, 15 Mei 2011
www.tips-fb.com
Didesa terpencil hiduplah Sepasang suami dan istri yang baru pulang dari berbelanja.

Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur mengintip dan memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm..... makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" udah keroncongan perut ini dari pagi hingga petang puasa.. hikhikickhick

Dan ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus Woi... , di rumah sekarang ada perangkap tikus...."

Dengan nafas yang masih naik turun Ia mendatangi ayam dan berteriak " Yam, ada perangkap tikus" Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku dan itu urusanmu bukan urusan aku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Bing, Ada perangkap tikus lalu Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular.

Sang ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Disuatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam, Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.


Nilai Moral buat renungan bersama :

Singkatnya begini, ketika sobat denger kerabat dekat sobat dalam musibah dan berpikir itu bukan urusan Sobat, berhati-hatilah, dan Waspadalah karena mungkin Sobat bisa kecipratan musibahnya juga. Manusia adalah makhluk sosial, Jadi cobalah peka terhadap lingkungan sekitar kita dan jika kamu ada kesempatan tolonglah mereka yang membutuhkan pertolongan sesuai kemampuan Sobat ..


sumber : disini

0 masukan:

Posting Komentar

 
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer

Copyright © ♥•*¨*•.¸¸Pelangi Ukhuwah¸¸.•*¨*•♥ All Rights Reserved • Design by Dzignine
best suvaudi suvinfiniti suv